|
Belum lama saya mengenalnya, baru beberapa hari yang lalu saat saya mengantar seorang teman untuk mengganti kacamatanya. Pak Burhan, usianya sudah kepala empat, ia mengaku sudah dua puluh lima tahun menjalani profesi sebagai penjual kaca mata, “Optik berjalan,” istilahnya. Tetapi pertemuan yang hanya satu hari dan tidak disengaja itu seolah membuat saya merasa baru saja bertemu teman lama yang teramat saya rindui. Secara fisik, saya memang baru bertemu kali itu. Dan memang bukan sosoknya yang saya rindui, melainkan apa yang baru saja diutarakannya tentang sekelumit pengalamannya mencari nafkah sebagai penjual kaca mata.
|
|
Pendeta Katolik, Menemukan Kebenaran Islam Saat Ramadhan Sebelum memeluk agama Islam, ia adalah seorang pendeta agama Katolik Roma dan menjadi kepala bidan pendidikan agama di sekolah khusus anak laki-laki di selatan London. Bulan Ramadan menjadi bulan penuh kenangan bagi lelaki yang kemudian menggunakan nama Idris Tawfiq ini, karena pada bulan suci itulah ia menemukan Islam dan memeluk agama Islam hingga sekarang.
|
|
Jika Ramadhan Tak Pernah Ada Masjid terlihat penuh sejak hari pertama bulan Ramadhan, di malam hari saat salat tarawih, bahkan di waktu subuh. Di waktu-waktu salat lainnya, seperti dzuhur dan ashar, masjid pun disemuti orang-orang yang singgah untuk salat kemudian melepaskan penat dan lelah usai bekerja. Sebagian tampak serius mendengarkan ceramah selepas dzuhur. Adakah suasana seperti itu bisa kita temui di bulan lain selain Ramadhan? Jika Allah tak menciptakan bulan Ramadhan untuk kehidupan kita, mungkinkah masjid kita dipenuhi jamaah setiap malam dan waktu subuh?
|
|
Nurul Hanifah, Potret Buram Anak Bangsa Tercekat leher ini, nyaris tak ada kata-kata yang bisa terucap saat melihat kondisi Nurul Hanifah, balita berusia 1,3 tahun yang menderita kekurangan gizi dan kelainan pada saluran pencernaan. Dayani (40 tahun), Ayah Nurul yang bekerja sebagai buruh tidak tetap dengan penghasilan yang jauh dari cukup, tak memiliki uang yang cukup untuk membawa anaknya ke dokter, bahkan untuk sekadar ke Puskesmas. Sedangkan sang Ibu, Watina (40 tahun), hanya pasrah melihat kondisi anaknya yang semakin hari semakin terlihat menderita.
|
|
Mantan Bintang NBA: "Tegakkan Islam Dimanapun Kalian Berada" "Ilmu pengetahuan bisa membuat seorang budak menjadi seorang raja," itulah nasehat yang disampaikan oleh Mahmoud Abdul Rauf, mantan bintang National Basketball Association (NBA) yang kini menjadi imam masjid yang dibangunnya sendiri di Gulport, Mississipi.
|
|
|
|
|
<< Mulai < Sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Berikutnya > Akhir >>
|
|
JPAGE_CURRENT_OF_TOTAL |