Mutiara Hadits
S a b a r PDF Cetak E-mail

 

“Hai orang-orang yang beriman, Mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan shalat., sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.” (QS. Al-Baqarah [2]: 153)

Sabar merupakan pilar dasar akhlak dalam Islam. Tanpa sabar, seseorang akan terperosok dalam lembah kegagalan dan kebinasaan. Tanpa sabar seseorang menjadi pribadi yang tak terkendali, egois, mengikuti hawa nafsunya dan akan dilanda kesedihan yang berkepanjangan.

Ibnu Qayyim al-Jauziyyah berkata, “Sabar itu hukumnya wajib. Sabar adalah separuh dari iman. Separuh lainnya adalah syukur.” Seorang Ulama mengatakan: “Jiwa (ruh) adalah kendaraan bagi seorang hamba untuk berjalan menuju surga atau neraka, sedangkan rem pengendali atau tali kekangnya adalah sabar. Karenanya, jika Anda meninggalkan dan melepaskan tali kekang itu, maka jiwa Anda akan pergi meninggalkan Anda kapan pun ia mau.”

Karenanya, melalui ayat-ayat-Nya Allah SWT memerintahkan umatnya selalu bersabar. Dalam Al-Quran kata sabar, dengan beragam derivasi katanya, diulang sebanyak 103 kali dalam 90 tempat (ayat). Kata sabar lebih banyak disebut daripada kata jujur dan amanah. Hal ini tentu menunjukkan pentingnya kesabaran dalam kehidupan.

 

Pengertian Sabar

Kata sabar berasal dari bahasa Arab. Menurut bahasa sabar ialah menahan dan mencegah. Hal ini sesuai dengan firman Allah SWT yang berbunyi, “Dan bersabarlah kamu bersama-sama dengan orang-orang yang menyeru Tuhannya di pagi dan senja hari dengan mengharap keridhaan-Nya; dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka (karena) mengharapkan perhiasan dunia ini; dan janganlah kamu mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingati Kami, serta menuruti hawa nafsunya dan adalah keadaannya itu melewati batas,” (QS. Al-Kahfi [18]: 28) yakni tahanlah dirimu untuk tetap bersama mereka.

Sedangkan menurut istilah, sebagaimana dikemukakan oleh Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah dalam kitab Madarij As-Salikin (hal.425-426), sabar ialah menahan diri dari kegundahan dan emosi, menahan lisan dari berkeluh kesah, dan menahan anggota tubuh dari perbuatan yang tak terarah.’

Pembagian Sabar

Secara umum sabar terbagi kepada tiga bagian. Pertama, sabar dalam menjalankan ketaatan kepada Allah SWT. Setiap perbuatan membutuhkan kesabaran dalam menjalankannya, termasuk dalam menjalankan ibadah kepada Allah SWT, seperti shalat, puasa, sedekah, dll. Termasuk dalam menjalankan bisnis dan kegiatan sehari-hari, semuanya membutuhkan kesabaran. Allah SWT berfirman, “Hai orang-orang yang beriman, Mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan shalat, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.” (QS. Al-Baqarah [2]: 153)

Kedua, sabar untuk tidak melakukan maksiat, yakni terus menahan diri untuk tidak melakukan hal-hal yang dilarang oleh Allah SWT, seperti judi, minum khamar, mendekati zina, dan berbagai kemasiatan lainnya. Seperti yang pernah dilakukan oleh Nabi Yusuf As ketika diajak melakukan perbuatan mesum oleh seorang perempuan cantik dan memiliki kedudukan terhormat.

Syaikhul Islam berkata, “Kesabaran Yusuf As dalam menghadapi rayuan istri Sang Penguasa jauh lebih sempurna dibanding kesabarannya ketika dicampakkan ke dalam sumur, dijual dengan harga murah, dipisahkan dari orangtuanya. Karena, ketika dirayu, Yusuf as memiliki peran di dalamnya; dia berhak menolak atau mengikuti rayuan tersebut. Lain halnya ketika dibuan ke sumur, beliau tak memiliki pilihan apapun.”

Ketiga, sabar terhadap ujian Allah SWT. Hidup penuh dengan ujian. Hal itu dimaksudkan untuk menguji kesabaran seseorang dalam menghadapi ujian Allah SWT, adakah ia sabar atau tidak. Allah SWT berfirman, 155. Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar. 156. (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: "Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji'uun.” (QS. Al-Baqarah [3]: 155-156)

Keutamaan Sabar

Sabar memiliki banyak keutamaan, antara lain:

1. Allah SWT mencintai orang yang sabar. Allah SWT berfirman, 146. Dan berapa banyaknya nabi yang berperang bersama-sama mereka sejumlah besar dari pengikut (nya) yang bertakwa. Mereka tidak menjadi lemah karena bencana yang menimpa mereka di jalan Allah, dan tidak lesu dan tidak (pula) menyerah (kepada musuh). Allah menyukai orang-orang yang sabar.” (QS. Ali Imran [03]: 146)

2. Allah memuji orang-orang yang sabar; Allah SWT berfirman, dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan dan dalam peperangan. Mereka itulah orang-orang yang benar (imannya); dan mereka itulah orang-orang yang bertakwa.” (QS. Al-Baqarah [2]: 177)

3. Sabar itu sikap yang lebih baik; Allah SWT berfirman, ”Jika kamu bersabar, sesungguhnya itulah yang lebih baik bagi orang-orang yang sabar. (QS. An-Nahl [16]: 126), dan firman-Nya, ” kesabaran itu lebih baik bagimu. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. An-Nisa [3]:25)

4. Allah SWT akan berikan balasan terbaik yang tak terhingga; Allah SWT berfirman, “Katakanlah: "Hai hamba-hamba-Ku yang beriman. bertakwalah kepada Tuhanmu." Orang-orang yang berbuat baik di dunia ini memperoleh kebaikan. Dan bumi Allah itu adalah luas. Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah Yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas.” (QS. Az-Zumar [39]: 10)

Dia juga berfirman, ”Dan bersabarlah, karena sesungguhnya Allah tiada menyia-nyiakan pahala orang-orang yang berbuat kebaikan.” (QS. Huud [11]: 115)

5. Sabar adalah sikap yang menakjubkan; Rasulullah saw bersabda, “Sungguh menakjubkan perkara orang mukmin itu. Setiap perkaranya mengandung kebaikan baginya, dan hal itu tidak dimiliki selain oleh orang yang beriman; Jika diberi kelapangan (karunia), dia bersyukur, dan itu baik baginya. Dan jika diberi ujian bala’, ia bersabar, dan itu baik baginya.” (HR. Muslim dari Shuhaib bin Sinan ra.)

? Beberapa Hadits Tentang Sabar

Dari Abu Malik Al-Harits bin Ashim Al-Asy'ari ra., ia berkata, Rasulullah s.a.w. bersabda, "Bersuci adalah separuh iman, Alhamdulillah itu memenuhi timbangan, Subhanallah dan Alhamdulillah itu dapat memenuhi antara langit-langit dan bumi, shalat adalah cahaya, sedekah adalah bukti keimanan (bagi orang yang melakukannya), sabar adalah cahaya, dan al-Quran adalah hujjah untuk kebahagiaanmu (jika mengikuti perintah-perintahnya dan menjauhi larangan-larangannya), dan dapat pula sebagai hujjah atas kemalanganmu (jika melakukan seseuatu yang bertentangan dengannya). Setiap orang pasti akan segera datang (di pagi hari) untuk menjual dirinya (kepada Allah SWT); ada yang dapat memerdekakan dirinya-dari siksa Allah Ta'ala, dan ada yang pula yang membinsakan dirinya sendiri (kerana tidak menginginkan keridhaan Allah SWT)."  (HR. Muslim)

Dari Anas ra., ia berkata bahwa sekali waktu Nabi saw berjalan melalui seorang wanita yang sedang menangis di atas kuburan. Lalu beliau saw bersabda, "Bertaqwalah kepada Allah dan bersabarlah!" Wanita itu berkata: "Ah, menjauhlah dariku, engkau tidak pernah terkena mushibah  seperti  yang menimpa diriku. Wanita tersebut tidak tahu bahwa yang menasihatinya adalah Rasulullah saw. Tak lama kemudian wanita itu diberitahu bahwa orang yang menasihatinya tadi adalah Rasulullah saw. Wanita itu lalu mendatangi pintu rumah Nabi saw, tetapi dia tidak menemukan penjaga-penjaga pintu. Wanita itu lalu berkata, "Saya memang tidak mengenalmu." Kemudian beliau s.a.w. bersabda, "Kesabaran itu hanya pada awal datangnya mushibah." (Muttafaq 'alaih)

Dalam riwayat Muslim disebutkan: "Wanita itu menangisi anak kecilnya yang mneinggal."

Dari Abu Said dan Abu Hurairah ra, dari Nabi saw, beliau bersabda, "Tidaklah seorang muslim ditimpa kelelahan, kesakitan, kegelisahan, kesedihan, gangguan dan kegamangan, bahkan sebuah duri yang menusuk anggota tubuhnya, melainkan Allah menghapus kesalahan-kesalahannya." (Muttafaq 'alaih)

Dari Ibnu Mas'ud ra., ia berkata, saya pernah memasuki tempat Nabi saw lalu saya mendapati beliau sedang dihinggapi penyakit panas. Saya lalu berkata, "Ya Rasulullah, engkau dihinggapi penyakit panas yang amat sangat." Beliau kemudian bersabda, "Benar, sesungguhnya saya terkena panas sebagaimana panas dua orang dari kalian." Saya berkata lagi: "Kalau demikian engkau tentul  mendapatkan  dua  kali  pahala." Beliau bersabda, "Benar, memang demikian keadaannya; tiada seorang muslim pun yang terkena oleh sakit, baik itu karena duri ataupun sesuatu yang lebih dari itu, melainkan Allah pasti memaafkan kesalahan-kesalahannya dan menghapus dosa-dosanya sebagaimana halnya sebuah pohon menjatuhkan daun-daunnya (jikalau disertai kesabaran)."

Alwa'ku iaitu sangatnya panas (dalam tubuh sebab sakit), tetapi ada yang mengatakan panas (biasa).

Dari Anas r.a., ia berkata bahwa Rasulullah saw bersabda, "Jika Allah menghendaki kebaikan pada seorang hamba-Nya, maka Dia menyegerakan suatu siksaan (penderitaan) sewaktu dunia, tetapi jika Allah menghendaki keburukan pada seorang  hamba-Nya, Dia membiarkan dosa itu tak terhapus lalu dibalas oleh-Nya pada hari kiamat."

Dan Nabi saw juga bersabda—masih dari Anas r.a, “Sesungguhnya besarnya balasan itu berbanding besar dengan besarnya bala' (cobaan) yang menimpa. Dan sesungguhnya apabila Allah mencintai suatu kaum, maka Dia memberi mereka ujian. Lalu, siapa yang rela dengan bala itu, ia memperolehi keridhaan dari Allah, dan siapa yang murka dengan bala itu ia memperoleh kemurkaan Allah pula." Diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi dan ia mengatakan bahawa ini Hadis hasan.

Demikian, semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan rahmat dan kasih sayang-Nya serta menjadikan kita semua sebagai pribadi-pribadi yang sabar; sabar dalam menjalankan perintah-perintah-Nya, sabar dalam menjauhi maksiat, dan sabar terhadap berbagai bentuk cobaan Allah SWT. (by: M.Yusuf Shandy)

Sabtu, 4 Rajab 1430 H

27 Juni 2009 M

Majlis Al-Kauny

Jl. Bambu Wulung No.10

Bambu Apus, Cipayung, Jakarta 13890

Tlp. +6221-8459981 (Ext. 114) Fax +6221-8444987

CP Mobile: 0815.1927.9847

Alamat e-mail ini diproteksi dari spambot, silahkan aktifkan Javascript untuk melihatnya

www.kaunee.com

 

 

 

 

 

 

 

 
Artikel Lainnya
RocketTheme Joomla Templates