Mutiara Hadits
Home Artikel Islam Spirit Ramadhan Keberkahan Di Ujung Malam
Keberkahan Di Ujung Malam PDF Cetak E-mail

Anda mungkin tidak mendapati sebuah pemandangan yang penuh berkah, sebuah nuansa penuh suka cita dan kenikmatan di penghujung malam, selain di bulan Ramadhan. Hampir semua kaum muslimin merayakan saat bahagia ini. Mereka rela bangun di pagi buta lalu menyantap masakan enak perangsang selera. Sebuah energi pendorong telah membangunkan mereka dari lelap tidur. Energi itu bernama keberkahan Allah Swt.
Ya. Sebuah pola makan spesial milik umat Islam. Ia tidak dimiliki oleh umat lain. Moment yang sengaja dirancang khusus oleh Allah Swt dan Rasul-Nya, sehingga saat santapan di penghujung malam, keberkahan itu datang. Momentum ini dikenal di kalangan mereka sebagai Sahur.

Dari Anas Ra yang berkata, Rasulullah Saw bersabda, “Bersahurlah kalian! Sebab dalam sahur terdapat keberkahan.” Hadits Muttafaq Alaihi.

Dari Amr bin Ash Ra bahwa Rasulullah Saw bersabda, “Perbedaan antara puasa kami dan puasa Ahli Kitab adalah makan sahur.” HR. Muslim

Sahur adalah sebuah saat yang penuh dengan berkah. Didahului dengan shalat qiyamul lail atau tahajud, diakhiri dengan witir. Kemudian dilanjutkan dengan santap makan. Maka sejurus kemudian, dilanjutkan dengan shalat Shubuh berjamaah di masjid ataupun mushalla, hingga suasana ketaatan kepada Allah Swt sungguh terlihat di sana.

Waktu sahur adalah waktu yang amat berharga. Waktu yang amat mulia, hingga setiap hamba dapat menjumpai Tuhannya. Dalam sebuah hadits disebutkan:
“Allah, Tuhan kami Yang Maha Mulia lagi Maha Tinggi turun ke langit dunia setiap malam saat tersisa sepertiganya. Dia Swt berfirman, ‘Siapa yang berdoa kepada-Ku, akan Aku kabulkan. Siapa yang meminta pada-Ku, akan Aku berikan. Siapa yang memohon ampunan-Ku, maka Aku ampuni.” HR. Bukhari dan Muslim.

Hadits ini memberitahukan kepada kita, bahwa setiap malam Allah Swt datang untuk menjumpai kita. Dia Swt datang dengan segala kebaikan dan anugerah. Saat ketiga paket yang Dia tawarkan; doa yang akan dikabulkan, permintaan yang akan terpenuhi dan ampunan yang akan diberikan. Itu semua hendak diberikan kepada hamba-hamba-Nya yang bangun dan terjaga di keheningan malam. Sungguh, saat itu tiada lagi berjarak. Antara seorang hamba dengan Tuhannya tengah terbangun sebuah komunikasi tanpa batas.

Tidakkah Anda sadari betapa mahalnya moment ini? Renungkanlah bahwa setiap malam Allah Swt hadir menjumpai kita! Dia Swt Yang memiliki langit dan bumi. Dia Swt Yang menguasai rezeki. Dia Swt Yang mengatur seluruh kehidupan di alam semesta. Dia Swt menyempatkan hadir dan datang untuk menemui kita yang sedang tidur terlelap di atas peraduan atau pembaringan. Sayangnya, moment yang mahal ini sering kali terlewat dalam hidup kita.

Ramadhan sebagai bulan mulia membawa seluruh paket kebaikannya! Dalam bulan ini, Allah Swt berkenan membuat perjumpaan itu menjadi terlembaga dan tersusun dengan apik.

Sementara manusia di saat Ramadhan dianjurkan untuk memperbanyak qiyamul lail (shalat malam), maka mereka pun akan mendapatkan paket kemenangan dan kemuliaan itu hingga penghujung malam yang penuh berkah, yaitu pada saat sahur. Keberkahan di penghujung malam pun mereka rasakan selama satu bulan lamanya.

Sahur Bukanlah Sekedar Makan!
Banyak orang yang mengira bahwa sahur tak ubahnya merupakan ujian dan siksaan. Saat sedang asyik terlelap, kaum muslimin dibangunkan dengan suara bising speaker masjid atau genderang tabuh yang dipukulkan agar manusia terjaga dari tidurnya kemudian bangun sahur. Sahur bukanlah sekedar makan, apalagi siksaan!

Sesungguhnya hal terpenting dan paling bernilai dari ritual sahur adalah perjumpaan dengan Allah Swt yang tiada berjarak itu. Hal lain yang juga penting dalam ritual sahur adalah keberkahan (kebaikan tiada batas) yang Anda dapati di dalamnya. Sebab Rasulullah Saw menjamin adanya keberkahan dalam sahur yang dilakukan manusia.

Bila memang sahur itu hanya sekedar makan atau jadwal makan, lalu mengapa tidak dilakukan pada sebelum tidur saja?

Sebagaimana telah banyak dibahas dalam ilmu medis bahwa makan sebelum tidur adalah berbahaya bagi diri manusia. Ia dapat menyebabkan penimbunan lemak, kolesterol dan fungsi kerja pencernaan terganggu. Lambung yang seharusnya beristirahat, saat seluruh tubuh beristirahat ketika manusia tidur, maka karena makan sebelum tidur, lambung tidak mungkin beristirahat. Sebab itu, sahur bukan hanya sekedar masalah makan!

Sahur merupakan sebuah training. Ia mendidik manusia untuk hidup disiplin dan tidak kalah dengan hawa nafsu. Nafsu mengajak dirinya untuk terus terlelap tidur, namun tekad untuk bangun sahur melatih dirinya untuk bangun dan mengalahkan dominasi hawa nafsu. Bila ini dilakukan dalam tempo 1 bulan, maka daya tahan tubuh akan tercipta dan dirinya akan menjadi sehat. Inilah yang disebut ‘berkah’, seperti yang dijanjikan Rasulullah Saw.

Lakukanlah kebiasaan orang-orang bertaqwa! Kebanyakan dari mereka telah menjalani hidup dengan bahagia dan jarang terserang penyakit. Salah satu penyebabnya, mereka senantiasa terjaga pada waktu sahur yang tidak hanya terbatas di bulan Ramadhan. Berikut petikan ayatnya:
“Katakanlah:"Inginkah aku kabarkan kepadamu apa yang lebih baik dari yang demikian itu". Untuk orang-orang yang bertaqwa (kepada Allah), pada sisi Tuhan mereka ada surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; mereka kekal di dalamnya. Dan (mereka dikaruniai) isteri-isteri yang disucikan serta keridhaan Allah: Dan Allah Maha Melihat akan hamba-hamba-Nya. (Yaitu) orang-orang yang berdo'a:"Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami telah beriman, maka ampunilah segala dosa kami dan peliharalah kami dari siksa neraka". (yaitu) orang-orang yang sabar, yang benar, yang tetap ta'at, yang menafkahkan hartanya (di jalan Allah), dan yang memohon ampun di waktu sahur.” (QS. 3:17)

Orang Yang Terbiasa Bangun Sahur Jarang Terkena Penyakit!
Banyak guru dan kyai yang mengajarkan kepada muridnya untuk kerap bangun malam dan menjalankan shalatul lail (shalat malam). Shalat malam terbukti mendatangkan kesehatan lahir-batin bagi orang yang menjalankannya. Bahkan seorang akademika dari IAIN Sunan Ampel Surabaya, bernama Mohammad Sholeh telah membuktikan hal ini dalam sebuah riset yang dilakukannya.

Dalam risetnya, Sholeh menggunakan 41 responden siswa SMU Lukman Hakim Pondok Pesantren Hidayatullah. Dari sejumlah siswa di atas, hanya 23 orang yang sanggup menjalankan shalat tahajud sebulan penuh. Pada tahap uji kedua, hanya 19 responden yang dinyatakan lulus.

Secara singkat, hasil riset yang dilakukan oleh Muhammad Sholeh membuktikan bahwa mereka yang kerap menjalankan tahajud terbukti memiliki ketahanan tubuh dan kemampuan untuk menanggulangi masalah-masalah yang dihadapi dengan stabil. Mereka memiliki kekebalan terhadap penyakit kanker dan infeksi yang biasa terjadi pada orang yang suka teridap stress.

Hal ini telah disampaikan jauh sebelumnya oleh Rasulullah Saw bahwa orang yang dapat bangun pada sebagian malam, maka ia akan enerjik dan dinamis. Sedangkan orang yang tidak dapat bangun pada saat itu, ia akan jadi lemas dan malas.
Dari Abu Hurairah Ra bahwa Rasulullah Saw bersabda, “Setan akan mengikat batok kepala kalian saat tertidur dengan tiga ikatan. Saat ia mengikatkannya, ia akan berkata, ‘Malam masih panjang, tidurlah terus!’. Jika manusia tadi terjaga kemudian ia mengingat Allah Swt, maka lepaslah satu ikatan. Jika ia berwudhu, maka satu ikatan lagi terlepas. Jika ia melakukan shalat, maka lepaslah ikatan ketiga. Dengan cara itu, dirinya akan bersemangat (enerjik) dan jiwanya akan stabil. Jika ia tidak mampu (melepas ketiga ikatan dan shalat malam), maka jiwanya akan lemah dan ia akan menjadi manusia yang malas.” Hadits Muttafaq Alaihi.

Inilah petunjuk yang diajarkan oleh Sayyidina Rasul Saw. Jika Anda hendak mendapatkan kesehatan jasmani sekaligus rohani, cara ini dapat Anda tempuh sehingga Anda akan selalu sehat dan terhindar dari penyakit.

Demikianlah ragam manfaat yang didapatkan orang yang menghisi penghujung malam atau ‘sahur’ dengan beribadah kepada Allah Swt.

Mulai kini, hiasilah malam kita dengan banyak beribadah kepada Allah Swt. Melakukan perjumpaan dengan-Nya. Merenda keakraban kepada-Nya. Raihlah keberkahan yang pernah dijanjikan oleh Rasul Saw. Dan keberkahan itu, tersisa pada penghabisan malam. ?

Ceger, 29 Juli 2006
ditulis: Bobby Herwibowo Lc

 
Artikel Lainnya
RocketTheme Joomla Templates